Tuesday, July 26, 2016

2016-03-20 One Day Trip ke Pulau Sangiang Bersama BPJ

Pulau Sangiang, Banten, pernah saya kunjungi tahun lalu, one-day-trip juga, sama dengan kali ini. Penyelenggaranya juga BPJ. Hal yang membuat trip kali ini berbeda adalah keikutsertaan anak putri semata-wayang, Grace Tk. Itulah fokus trip saya kali ini. Kakak dan adiknya sudah lebih dahulu ikut ke laut pada trip sebelumnya.

Berangkat 19 malam, menuju Masjid Agung di Cilegon, kemudian meneruskan ke Pelabuhan Paku Anyer. Tanggal 20 paginya, 2 kapal yang membawa 34 peserta, berangkat menuju Pulau Sangiang. Meskipun pagi hari sempat hujan, namun saat kita berangkat cuaca cerah, pulau terlihat dari daerah Anyer. Lautpun bersahabat, tidak terlalu berombak.




Snorkeling spot di dua tempat, kemudian sementara seluruh grup tracking ke Gua Kelelawar, saya memilih ke pantai saja. Sejak malam hari Grace sakit perut, mungkin karena makan tidak teratur pada hari Sabtu pagi dan siangnya. Minggu pagi perut sudah tidak sakit, namun siangnya terasa lagi. Jadi bermain di pantai merupakan pilihan yang lebih tepat untuk saat itu..

Itulah cerita singkatnya. Sekarang saya mulai bercerita satu persatu dalam bentuk caption setiap fotonya...





 Karena ini merupakan One Day Trip (ODT) maka waktu yang sangat terbatas harus diatur sebaik mungkin. Tanggal 19 Maret 2016 malam, kami sampai di Pelabuhan Paku, Anyer. Kami beristirahat di sana ala kadarnya. Kemudian mandi dan bersiap dengan pakaian snorkeling. Sebagian besar peserta makan pagi di warung ataupun membungkus makanan untuk dimakan saat di pulau nanti. Kami memilih untuk mengisi perut kami dengan satu dua potong roti sobek dan air putih. Cukuplah untuk sekedar mengisi perut, karena sekitar satu jam kita akan sampai ke pulau dan langsung melakukan snorkeling atau freedive di sana. Memang sebaiknya kondisi perut tidak terlalu penuh oleh makanan. Pagi ini tanggal 20, kita bertolak ke Sangiang dalam dua perahu.








Sekitar satu jam perjalanan laut, tak terasa kita sudah bisa melihat Pulau Sangiang dari kejauhan.




 Grace juga sudah siap dengan baju renangnya... Sesampainya kita di pulau, kepala rombongan peserta harus turun ke pos pengamanan dan melaporkan kedatangan kita, serta membayar tiket kunjungan wisata. Baru kemudian kita menuju spot snorkeling di sekitar pulau ini.





Spot pertama di Sangiang... banyak terdapat ikan berukuran sekitar 10 cm...




Aneka koral di Pulau Sangiang, bentuknya yang unik dan berwarna-warni layaknya kita melihat tanaman bunga... Teman saya sempat menemukan penyu hijau, namun saat saya ke sana, sang penyu sudah berpindah ke tempat lainnya.





Clown fish dan anemonnya... Walaupun tidak sebanyak nemo di Taman Nemo di Pahawang, tapi di spot Sangiang ini banyak dijumpai ikan nemo dan anemonnya.




Nemo dengan warna lain...




Berenang, snorkeling, ... freedive











Koral besar...

Grace first open water...


Grace Tk first open water... kedalaman 2 - 3 meter cukuplah... Belajar melihat dunia laut ... Fokus trip kali ini mendampingi Grace di dalam air, jadi kita melewatkan spot kontainer Meratus Line di dekat sini... Tak apa, melihat anak senang dengan hal yang positif, sebagai ayah saya sudah cukup berbahagia.




Koral... Saya melihat sebentuk seni yang indah. Saya membayangkannya mirip dengan lekukan garis di lukisan oriental untuk gambaran awan.


Sebongkah besar koral...


Setelah bermain di dua spot, kapal kita masuk melewati alur air laut menuju suatu danau di tengah pulau, di sana kapal kita mendarat. Kitapun turun untuk makan siang, istirahat, mandi, dan sholat di mushola bagi rekan yang beragama Islam.









 Sementara yang lainnya mandi, istirahat, sholat, dan makan siang... saya dan Grace berjalan lurus menuju pantai yang tak terlalu jauh dari lokasi mushola ... Pantai ini dinamakan Pantai Panjang. Pantai Panjang - Long Beach-nya Pulau Sangiang.


Suasana pantai... Ombak yang besar membawa berkah bagi pulau ini... Secara teratur, ombak membawa kayu yang mengambang kemari... tak terkecuali sampah plastik dan lainnya... Penghuni pulau secara rutin membersihkan pantai ini...


Grace sangat suka dengan pasir laut, terutama yang seputih dan sebersih ini...











Smile... it is free... A smile from the heart.











Flexing... curving... a small exercise. It is just ours on a private beach... LOL.









Quite a rocky beach...


Daddy's little girl is growing up...






Di atas tebih batu, terdapat semacam bangku dari semen, Terlihat bekas tulisan yang sudah pudar dan sudah tidak terbaca lagi.



Banyak tempat di Pulau Sangiang ini sebenarnya yang belum sempat kami explore... antara lain bunker Jepang, menara suar, area resort, spot-spot snorkeling lainnya...  Saatnya kita harus pulang membasuh diri, kembali ke kapal, kembali ke Pelabuhan Paku, dan kembali ke rumah.



Maybe next time...

See you... Bye...

Gunadi TK

No comments:

Post a Comment