Showing posts with label Satwa Air. Show all posts
Showing posts with label Satwa Air. Show all posts

Tuesday, July 26, 2016

2016-03-26 Menjelajahi Pulau Peucang di Ujung Kulon

Kali ini tanggal 25 Maret 2016 malam, bersama BPJ dengan total 34 peserta, berangkat naik bus menuju Desa Sumur. Perjalanan melalui Serang, lalu Pandeglang, Labuan, Cibaliung, dan terakhir di Desa Sumur ditempuh selama 6 jam. Sesampai di Desa Sumur, Banten,  sekitar pukul 5 pagi tanggal 26, masih terlalu dini. Desa masih gelap dan penduduk masih beristirahat. Rombongan sebagian bersembahyang di masjid. Setelah sarapan pagi, kemudian kita berangkat ke kapal.



Pulau Badul adalah persinggahan pertama kita selepas Dermaga Desa Sumur. Pulau ini sangat kecil. Kita tidak mendarat di pulaunya, hanya membuang jangkar dan snorkeling di depannya. Dasar laut bagian depan berupa pasir. Terlihat ada meja-meja kayu kecil yang diberi pemberat. Nampak beberapa anemon kecil di atas meja-meja tersebut, mungkin belum lama ditempatkan di sana.


Saturday, July 9, 2016

2015-04-26 Berkunjung ke Penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka

Hari kedua, setelah berlatih freedive di Pulau Pramuka (klik di sini) dengan menggunakan kapal hopping island atau sering disebut kapal snorkeling, kita mempunyai waktu untuk menelusuri pulau ini. Tanggal 26 April 2015, kita berjalan ke sisi lain dari pulau. Ada tempat penangkaran penyu di Pulau Pramuka ini. Tempat penangkaran penyu ini mengkonservasi jenis penyu sisik.

Di Pulau Pramuka terdapat rumah untuk penangkaran penyu. Papan menuju tempat penangkaran penyu, 100 meter lagi. — at Pulau pramuka(kepulauan seribu. 

2015-04-25 Berlatih Freedive di Pulau Pramuka Bersama SNF Plus

Hari Sabtu pagi berangkat bersama dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, di sebelah utara Jakarta. Rombongan mayoritas dari Jabodetabek, ditambah dua kakak beradik dari Bandung. Cuaca cerah, homestay relatif nyaman, spot diving yang belum sesuai harapan. Terima kasih buat teman-teman semua, khususnya Kang Rakay dan Neng Mutiara yang mau sabar mengajari orang tua menyelam sampai 12 meter FIM dan 11 meter CWT.





Letak Pulau Pramuka di antara pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu. — at Pulau pramuka(kepulauan seribu.

Sunday, June 12, 2016

2016-05-15 Menyepi di Pulau Kaniungan Besar

Setelah sebagian rombongan berangkat dengan speed boat menuju Pelabuhan Tanjung Batu di Pulau Kalimantan dan mengakhiri rangkaian acara Meet and Trip Derawan Fisheries ini, sebagian peserta sisanya, termasuk saya, berangkat menuju Pulau Kaniungan Besar dengan speed boat lainnya.

Dengan dinahkodai kapten Juri, setelah beberapa jam, kapal melewati Pulau Kaniungan Kecil dan mendarat di pantai Pulau Kaniungan Besar. Saat itu siang hari menuju sore hari, masih tanggal 15 Mei 2016. Kamipun segera menurunkan barang-barang bawaan kami untuk ditaruh di satu rumah kayu tempat sebagian dari kami menginap.


Wednesday, June 8, 2016

2016-05-15 Perjumpaan dengan Whale Shark yang Menggetarkan Hati

Semalam mata susah sekali terpejam. Padahal ini sudah tanggal 15 Mei 2016 pukul 1 pagi, saatnya istirahat. Akhirnya tertidur juga setelah membereskan alat-alat selam bebas.

Pukul empat pagi terbangun, tidak ada apa-apa. Padahal mata juga masih mengantuk. Sayapun tidur kembali. Entah pukul berapa tiba-tiba pintu kamar diketuk sambil seseorang bersuara keras: " Ikan... ikan... bangun...bangun". Segera secara reflek saya bangun dan membuka pintu.... Alangkah terkejutnya saya...


Saturday, June 4, 2016

2016-05-14 Mencoba Scuba Diving di Pulau Derawan

Berangkat ke Gusung Sanggalau dengan perasaan gembira karena ada suatu petualangan baru lagi, pulangnyapun gembira. Entahlah apakah ada teman yang berangkatnya galau, lalu pulangnya tidak galau lagi.

Siang ini, 14 Mei 2016, kita langsung mendarat di suatu dermaga yang kita belum pernah ke sana sebelumnya. Rombongan dari Gusung Sanggalau ini naik ke dek paling atas di dermaga tersebut. Di sana sudah tersedia beberapa set alat-alat selam tabung (scuba diving). Sebut saja ... tabung scuba yang sudah terisi gas, lalu weight belt berisi 4 atau 5 timah pemberat dengan berat masing-masing timah 2 lbs, snorkel, masker, fin pendek, BCD, dan baju selam (wet suit).


Thursday, June 2, 2016

2016-05-14 Bermain-Main di Derawan Fisheries

Hari ini adalah hari ketiga kita di Derawan Fisheries, agenda hari ini tidak terlalu padat, hanya bermain pasir dan berfoto-ria di gusung yang dekat, kemudian sorenya mencoba scuba diving. Karena itu rombongan agak santai. Sayang kalau pagi hari, 14 Mei 2016 ini, saya sia-siakan.

Sandal gunung yang sudah sering saya pakai ke pulau, kali ini jebol. Sambil mencari sandal jepit sebagai pengganti, saya berjalan-jalan di pulau. Derawan Fisheries terletak di tengah pulau, jadi kita tinggal keluar sedikit sampai ujung gang, lalu di jalan pasir tersebut banyak dijumpai kios makanan, kios cendera-mata, gerobak makanan kecil, diving center, persewaan sepeda, persewaan alat snorkeling, dan tak ketinggalan rumah-rumah warga yang dijadikan homestay.

Monday, May 30, 2016

2016-05-13 Pulau Sangalaki dan Pelestarian Penyu

Luar biasa melihat empat macam ubur-ubur di Danau Kakaban, setelah itu kita bisa fun freedive di sebelah kanan dermaganya jikalau saat keluar dari pulaunya. Ada dinding yang cukup dalam, kita turun sampai 15 meter. Sebelah kiri arah keluar pulau juga bagus. Menurut teman kita Darius yang pernah ke sana, sebelah kiri lebih bagus karangnya, demikian juga wall-nya. Tapi tak apalah, tidak ada yang khusus, hanya mengobati keinginan bermain agak sedikit dalam daripada hanya snorkelingan.

Masih tanggal 13 Mei 2016 ini, banyak spot di hari ini, dan saat ini kita mengunjungi Pulau Sangalaki. Pulau Sangalaki dikenal sebagai pulau tempat penangkaran penyu. Saya sudah melihat penangkaran penyu di Pulau Pramuka, sehingga bukan hal baru lagi untuk saya melihat sebuah tempat penangkaran penyu.

Masuk ke Pulau Sangalaki, sebuah wilayah konservasi.

Resort di Pulau Sangalaki. — at Pulau Sangalaki.


Flora dan fauna di Pulau Sangalaki — at Pulau Sangalaki.

Memperdagangkan biota laut yang dilindungi itu masuk dalam perbuatan kriminal ... — at Pulau Sangalaki.

Jenis-jenis penyu di dunia. — at Pulau Sangalaki.


Jenis-jenis penyu di Pulau Sangalaki. — at Pulau Sangalaki.


Mengenal penyu. — at Pulau Sangalaki.


 Do's and dont's... — at Pulau Sangalaki.


Mencoba melepaskan tukik di pantai... — at Pulau Sangalaki.

 Beberapa tukik (anak penyu) yang berada di kolam penangkaran, kita coba ambil dan dibawa ke pasir pantai. Kita mencoba melepaskan mereka dari jarak 3 meter dari air. Semua tukik berjalan ke arah laut, tidak ada arah yang lain. Di sini saya berfikir memang Tuhan itu Maha Besar. Hewan sekecil tukik sudah diberi naluri langsung ke air, kembali ke habitatnya. Tukik-tukik tersebut sebelum mencapai air, kita ambil kembali untuk dimasukkan ke bak penampungan sementara. Maaf ya...

Menurut sang petugas tempat penangkaran, telur yang ditemukan akan segera diambil oleh petugas, dikumpulkan dan ditetaskan. Jikalau menetasnya malam hari, maka keesokan harinya saat malam, tukik tersebut akan dilepaskan.


Setelah hujan... muncullah pelangi... — at Pulau Sangalaki.



Tak lama, turun hujan gerimis. Setelah hujan reda, muncullah sebusur pelangi di kejauhan.

Di sekitar Pulau Sangalaki, kitapun mencari ikan pari manta, manta ray, hanya didapatkan satu ekor dan berenang cepat sekali. Saya tidak sempat melihatnya dan tidak sempat mengabadikannya. Ada teman yang sempat memotretnya. Konon memang sedang tidak musim manta ray, sehingga sulit ditemui.

Semoga lain kali bertemu dengan manta ray yang jumlahnya agak banyak, sehingga bisa melihat dengan mata kepala sendiri, tarian manta ray yang indah.

Salam main air...
Main Air Yuuk...

Gunadi TK



2016-05-13 Berenang Bersama Ubur-Ubur yang Tak Menyengat di Danau Kakaban

Air di Gua Haji Mangku sungguh dingin dan segar. Badan serasa habis mandi, tidak perlu bilas lagi... hahaha... Masih tanggal 13 Mei 2016, siang itu kita melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kakaban. Kapal mendarat di dermaga kayu di Pulau Kakaban yang tidak jauh dari Pulau Maratua.

Kali ini saya bertemu lagi dengan bang Erik Akbar, seorang instruktur selam yang sedang menguji mas Setra dan beberapa temannya naik tingkat ke level Advance.

Bertemu lagi dengan bang Erik Akbar di Pulau Kakaban. Bang Erik sedang membawa muridnya untuk ujian open water Scuba Diving level Advanced. — at Pulau Kakaban.

Siang itu rombongan beristirahat di pasir pantai, rantang bekal makan siangpun dibagikan. Menu standard nasi, krupuk, sayur dan ayam, lumayan buat mengisi perut. Di pantai ini saya jumpai banyak kelomang kecil, rasanya lucu. Dulu saat kecil, saya hanya menjumpai kelomang yang dijual oleh abang-abang, sayapun membelinya, namun biasanya tidak bertahan lama dan kemudian mati.

Bersantai dan makan siang di pantai di Pulau Kakaban, sejenak sebelum masuk ke Danau Kakaban. — with Vira Anggraeni at Pulau Kakaban.

Setelah makan siang selesai, rombongan lalu masuk ke pintu gerbang dan berjalan di jalan yang dibentuk seperti jembatan yang terbuat dari papan kayu. Tidak terlalu lama berjalan, sedikit naik, lalu sudah terlihat sebuah permukaan air di kejauhan. Maju sedikit lagi, mulai terlihat jalan kayu menurun dan Danau Kakaban ada di ujung jalan tersebut.

Gerbang masuk Pulau Kakaban. — at Pulau Kakaban.


Jalan menuju Danau Kakaban. Sudah terlihat danaunya di kejauhan. — at Pulau Kakaban.


Danau Kakaban semakin terlihat. — at Pulau Kakaban.


Konon Danau Kakaban tadinya menyatu dengan lautan, namun oleh karena suatu proses alami, danau menjadi terpisah dengan lautan. Danau Kakaban ini cukup luas. Dengan terpisahnya danau oleh lautan, maka predator ubur-ubur tersebut sudah tidak ada lagi. Melalui proses evolusi yang berlangsung lama sekali, ubur-ubur tersebut kemudian kehilangan kemampuan menyengatnya karena tidak diperlukan lagi pembelaan diri.

Ada empat jenis ubur-ubur yang terdapat di Danau Kakaban ini. Pengunjung tidak diperbolehkan memakai fin (kaki katak) karena dikhawatirkan membunuh ubur-ubur yang sangat langka tersebut. Penggunaan alat pelampung seperti ban, life vest, dan masker serta snorkel diperbolehkan.

Ada 4 jenis ubur - ubur di Danau Kakaban, dan jenis ini yang paling terkenal. — at Danau Kakaban.

Ubur-ubur Danau Kakaban. — at Danau Kakaban.

Ubur-ubur Danau Kakaban. — at Danau Kakaban.

Ubur-ubur Danau Kakaban. — at Danau Ubur Ubur @ P.Kakaban.

Ubur-ubur Danau Kakaban. — at Danau Ubur Ubur @ P.Kakaban.








Lucu yah... kadang-kadang jika di laut kita merasa seperti digigit serangga kecil-kecil yang ternyata antara lain sengatan dari ubur-ubur. Rasanya agak menjengkelkan. Tapi di danau ini, kita tidak perlu takut lagi akan sengatan ubur-ubur tersebut.

Video bermain air bersama Stingless Jellyfish.


Saat naik kembali ke jalan kayu, ada beberapa kali seperti rasa digigit sesuatu di dalam baju rash guard saya. Saya pikir itu semacam hewan air yang masuk ke baju dan menggigit kulit saya. Saya tidak tahan dengan gigitannya yang mengganggu. Secara reflek saya pukul bagian tersebut, namun yang terlihat adalah seekor lalat hijau muda yang cukup besar yang mati setelah dipukul telapak tangan saya. Ternyata lalat hijau tersebut menggigit kulit dan bisa melewati baju rashguard saya. Anehnya hanya saya yang berbaju hitam yang digigit, rekan lain yang tidak berbaju hitam, bebas dari gigitan lalat tersebut. Dan anehnya saat sebelum masuk ke air danau, sebelumnya tidak ada gigitan lalat tersebut. Beberapa ekor lalat mengikuti sampai ke kapal. Ah... tak apalah... yang penting sudah menambah pengetahuan dan pengalaman baru...

Keluar dari dermaga, di sebelah kanannya terdapat dinding yang cukup dalam, kita turun sampai 15 meter. Beberapa teman yang ikut serta Tante Devi, Darius, Agnes, Mas Angga dan Mas Dhaniel.

It is me photographed by Darius Alexander Go Reinnamah-Peranginangin during the ascent. — at Pulau Kakaban.


It is me again photographed by Darius Alexander Go Reinnamah-Peranginangin while near the surface. — at Pulau Kakaban.

Salam main air
Gunadi TK


Sebelumnya:
http://mainairyuuk.blogspot.co.id/2016/05/2016-05-13-cliff-jumping-di-gua-haji.html

Tuesday, May 24, 2016

2016-05-13 Mengamati Sang Penyu di Derawan Fisheries

Hari Jumat, tanggal 13 Mei 2016, merupakan hari ketiga saya berada jauh dari rumah, dan hari kedua saya berada di Pulau Derawan. Setelah hari kemarin didominasi dengan acara seremonial, kali ini rasanya sudah plong.

Pagi ini saya bangun cukup awal, beberapa teman sudah siap di resto dan menikmati sarapan pagi berupa nasi goreng dan roti tawar beserta accesories-nya.... Rencananya kita akan jalan ke belakang ke sudut Sunset Point. Baru beberapa langkah saya berjalan, ada teman yang memberitahu bahwa ada seekor penyu besar sedang berada sangat dekat. Ternyata betul juga... mereka memang mencari makan dari ganggang-ganggang yang berada di dasar pantai di sekitar tiang-tiang water villa Derawan Fisheries, tempat kita menginap.

Setelah menghabiskan dua potong roti tawar yang saya beri susu kental manis di tengahnya, dan segelas kopi hitam manis, saya segera menuju kamar saya untuk memakai rash guard hitam, snorkel, masker, dan kamera underwater.

Segera saya menceburkan diri dan berenang ke arah sang penyu. Mungkin karena saya terlalu antusias, sehingga sang penyu merasa kurang nyaman. Dalam sekali dayung, empat kakinya yang berupa dayung, menggerakkan badannya secara cepat.Dan sayapun kehilangan jejak.

Cruising turtle in Derawan Fisheries — at Derawan Fisheries.


Cruising turtle in Derawan Fisheries — at Derawan Fisheries.


Sayapun berenang ke arah lain, dan tiba-tiba saja sang penyu muncul dari arah samping, tepat dua meter di depan muka saya, seolah ingin mengajak bermain. Kali ini saya mencoba menguasai diri saya dan berenang dengan lebih tenang. Dan hasilnya lumayan, beberapa jepretan di air laut yang cukup jernih. Panjang karapasnya sekitar 80 cm.






Penyu — at Derawan Fisheries.


The turtle. A closer look. — at Derawan Fisheries.


Looking for food. — at Derawan Fisheries.


Looking for food. — at Derawan Fisheries.



Looking for food.


Penyu tersebut selalu berkeliling dan sering mampir di area Derawan Fisheries. Biasanya ada sekitar dua atau tiga yang mencari makan di sana. Di bagian kiri atas di karapasnya ada tanda, sepertinya penyu itu ditandai, mungkin untuk tujuan penelitian.

Selamat makan, penyu... terima kasih sudah mau berenang dekat...

Gunadi TK


Sebelumnya:
https://mainairyuuk.blogspot.co.id/2016/05/2016-05-12-misteri-di-pulau-derawan.html

Sesudahnya:
https://mainairyuuk.blogspot.co.id/2016/05/2016-05-13-mengunjungi-maratua-paradise.html