Sunday, September 11, 2016

2016-09-11 Pernahkah Teman-teman Mengalami Hal Ini di OLX atau di Situs Lainnya

Hari ini, hari Minggu, merupakan hari libur saya. Biasanya saya bermain air, namun sudah sekitar hampir seminggu ini, kondisi badan kurang baik, sehingga pilek dan batuk. Iseng-iseng membuka email dan mendapati notifikasi email di gmail yang berisi pemberitahuan mengenai pemasangan iklan jual barang di OLX.co.id .

Nama yang cukup unik dari TokoBagus.Com yang kemudian diakuisisi oleh OLX dan menjadi OLX Indonesia... OLX.co.id. Bagi saya yang terbiasa berbahasa Jawa ngoko... OLX dipelesetkan menjadi O elek.. Dari toko bagus ko jadi elek...

Kembali ke notifikasi di mail box, saya mencoba menelaah iklan yang muncul. Satu iklan menjual motor Ninja, lalu iklan lain menjual mobil Mazda dan Ford Telstra. Semuanya bukan saya yang memasang. Bahkan rasanya saya juga tidak memiliki dan tidak pernah mendaftar di situs TokoBagus maupun OLX. Aneh ya...tapi ya begitulah adanya...

Iklan motor yang terpampang yang akunnya menggunakan alamat email saya.

Iklan lainnya.









Bisa terjadi memang pemasang iklan asal saja memasang email tersebut, bisa dengan tujuan asal, ataupun untuk penipuan. Untuk supaya mendapatkan tanggapan yang lebih serius, saya mengungkapkan kemungkinan terburuk ini. Saya menghubungi OLX via webnya. Kemudian melakukan chat. Lalu disarankan untuk mengulang kembali dengan memakai email. Dan email di atas yang saya kirim.


Tak lama kemudian respon cukup baik, saya mendapatkan email balasan. Hal yang membuat kening saya berkerut adalah jawaban standard, bahwa para pemasang iklan mempunyai hak dan kewajiban yang sama... nah ... saya khan bukan pemasang iklan. Orang lain yang memasang iklan, dan mencantumkan alamat email saya untuk log in.

Lalu disebutkan lagi bahwa semua pemasang iklan wajib memenuhi peraturan yang ditetapkan... nah ini lebih membuat gagal paham lagi... Saya bukan pendaftar, saya bukan pemasang iklan, anehnya kok saya yang harus memenuhi peraturan yang ditetapkan... Bwahaha...

Terlebih lagi saya harus membuat surat yang menyatakan bahwa alamat email tersebut merupakan milik saya, dan berikutnya harus dilampirkan dalam email. Berikutnya harus ada scan KTP/SIM/KK yang harus dilampirkan. Saya agak segan melampirkan data diri saya ke pihak lain.








Dalam beberapa website, biasanya pencantuman alamat email, akan dikirimkan email untuk verifikasi, dan email tersebut harus dibalas dahulu dalam jangka waktu tertentu agar bisa untuk aktivasi. Bisa terjadi kemungkinan user salah menuliskan alamat emailnya (typho) maupun auto-complete yang ada di fitur mobile gadget yang membuatnya salah, ataupun sampai pada pihak yang memang iseng menggunakan alamat email orang lain baik dengan tujuan sekedar iseng maupun tujuan jahat. 

Contoh verifikasi email di Wordpress.com

Verifikasi seperti ini merupakan hal yang umum baik bagi online store maupun layanan web lainnya. Saya beberapa kali membeli di JakartaNotebook.com dan Lazada.co.id, mereka melakukan verifikasi email ini. Bahkan kadangkala nomor telepon selularpun harus diaktivasi dengan kode yang dikirimkan melalui sms ke nomor telepon tersebut. Dan kita diharuskan menuliskan kode aktivasi nomor seluler yang kita daftarkah. Entah kalau di OLX. Yang pasti, sang pembuat akun ini tidak menuliskan nomor handphone saya.

Email saya berikutnya.

Saya mencoba menu ganti password, dengan harapan password berganti dan si empunya akun akan menghubungi OLX. Namun yang muncul adalah email notifikasi akun di mail box saya. Saya khawatir dengan sistem yang agak runyam tersebut, malahan klik ini menjadi verifikasi bagi alamat email ini. Lagipula pada email tersebut tidak ada denial atau sanggahan bahwa kita tidak sedang melakukan aktifitas dengan web dimaksud ataupun bahwa penggunaan alamat email tersebut tidak sah dan unauthorized.

Jawaban notifikasi ganti password.








Step kecil berikutnya adalah menghapus iklan yang ada dan klik unsubscibe di melalui email notifikasi.
Halaman web yang muncul setelah kita klik unsubscribe dari email notifikasi.

Saya mencoba masuk ke web OLX lagi dan melihat tampilan halaman mukanya.

Tampilan muka web.

Tertulis memang pasang iklan gratis dan tanpa daftar. Mungkin memang dipermudah agar pengguna jadi banyak, namun bisa jadi terlalu dipermudah, sehingga ada verifikasi yang tidak dilakukan, seperti pada kasus pencatutan alamat email saya tersebut.

Saya tidak berniat mendaftar dan mereview sistem pemasangan iklan ini, jadi saya tidak melanjutkan klik tombol orange di atas. Tujuan saya di sini hanyalah mencoba menelaah mengapa kasus pencatutan alamat email ini bisa sampai terjadi dan bagaimana saran dan menindaklanjutinya.

Saya mencoba klik ke akun tersebut dari notifikasi iklan yang masuk ke web saya. Saya menghapus iklan-iklan yang aktif demi mengurangi resiko pihak lain dirugikan, itupun bilamana terjadi demikian, saya tidak mengharapkan hal ini. 

Email balasan lagi. Hihihi... masih soal lampiran identitas.

Saat saya melakukan chat via web OLX, Abas adalah customer service yang menyarankan untuk menuliskan email. Kemudian saat saya email, yang menjawab adalah Alie. Kali ini Abas yang berganti menjawab, mengambil alih permasalahan. Dan .... masih klasik... lampiran identitas. Barangkali... siapa tau... memang masalah ini sudah banyak sekali terjadi... dan barangkali masalah di OLX banyak sekali... sampai akhirnya customer service pun enggan melayani laporan yang tanpa disertai identitas. Anehnya... saya adalah pihak yang bukan OLX dan juga bukan pihak pemasang iklan... Hihihi.... Maklumlah Abas dan Alie adalah dua serangkai yang bekerja di bawah sistem yang ada, prosedur yang digariskan. Manisnya lagi... saya dikirimi salam hangat....  Ada-ada saja si Abas ini... 

Melanjutkan kutak-katik berikutnya, masuk ke menu pengaturan (setting).

Menu pengaturan.

Pada menu pengaturan saya mencoba melihat detail yang dimasukkan untuk akun ini. Anehnya detail tersebut kosong semua.... nah ... semakin ajaib lagi. Kok bisa....

Lalu saya mencari menu untuk menutup akun atau menon-aktifkan akun ... namun tidak saya temukan.

Kemudian saya mengirimkan email lagi... selagi dapat salam hangat...


Lalu Abas dengan lincahnya memberi jawaban lagi...











Bwahaha.... kali ini jawaban permintaan penutupan lebih runyam lagi... saya harus membuat surat pernyataan... Nah siapa yang membuka ... siapa yang menutup... Padahal kesalahan di sistem OLX sendiri. Saya cuma jadi korban kesalahan sistem OLX.

Terlebih lagi surat pernyataan itu memaksa saya mengakui hal yang tidak saya lakukan, yaitu membuka akun tersebut, dan bertanggung jawab penuh atas masalah yang ditimbulkan atas penutupan akun tersebut. Alamaak...


Salam hangat berbalas ... menjadikan cerita ini semakin unik. Kok bisa yah... OLX yang katanya perusahaan online besar di luar negeri ... memiliki sistem seperti ini... Begitulah kisah nyata... aneh tapi nyata... apa adanya... 


Semoga tidak ada korban...
Semoga teman-teman tidak mengalaminya...
Semoga celah ini segera dibetulkan dan dibereskan...
Semoga OLX tidak tambah Uwelek... malah jadi bagus lagi...

Semoga saya bisa segera sehat kembali dan main air lagi...
Main Air Yuuk....

Gunadi















No comments:

Post a Comment